<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Tanaman Hias dan Agrobisnis</title>
	<atom:link href="http://www.emirgarden.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.emirgarden.com</link>
	<description>informasi dunia tanaman hias dan agrobisnis indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 08:33:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Meramu Media Tanam Suflir</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/meramu-media-tanam-suflir.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/meramu-media-tanam-suflir.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 01:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Tanam]]></category>
		<category><![CDATA[1. Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Suflir]]></category>
		<category><![CDATA[Suplir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[tabloidnova.com &#8211; Selain pupuk dan air, kesuburan tanaman suflir juga ditentukan oleh mutu media tanamnya. Bagaimana cara menyiapkan media yang sehat bagi tanaman yang dijuluki “rambut Dewi Venus” ini? Nanny J. Lomboan akan menuntun kita cara meramu medianya.
Di alam, tanaman suflir (Adiantum spp) tumbuh dalam beragam kondisi. Lingkungan tumbuhnya pun tidak kelewat khusus. Di alam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-1229 alignleft" title="suflir" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/03/adiantum_venustum_1076-floralimagesdotcodotuk_medium.jpg" alt="suflir" width="200" height="150" />tabloidnova.com</strong> &#8211; Selain pupuk dan air, kesuburan tanaman <a href="http://www.tabloidnova.com/search/Taman/Meramu+Media+Tanam+Suflir">suflir</a> juga ditentukan oleh mutu media tanamnya. Bagaimana cara menyiapkan media yang sehat bagi tanaman yang dijuluki “rambut Dewi Venus” ini? <strong>Nanny J. Lomboan</strong> akan menuntun kita cara meramu medianya.<br />
Di alam, tanaman suflir (Adiantum spp) tumbuh dalam beragam kondisi. <span id="more-1228"></span>Lingkungan tumbuhnya pun tidak kelewat khusus. Di alam bebas bisa kita temui jenis suflir yang bisa tumbuh subur, baik di keteduhan maupun langsung tertimpa sinar matahari.</p>
<p>Sementara suflir budidaya umumnya lebih menyukai lingkungan yang cukup terang, tetapi tidak langsung terkena sinar matahari. Kecuali sinar matahari pagi sampai pukul 09.00. media tumbuh yang disukainya pun khusus, yaitu tanah kaya hara yang sarang. Ada 2 jenis campuran media yang bisa dibuat sendiri, yakni ramuan siap pakai dan ramuan tradisional peram.</p>
<p><strong>MEDIA SIAP PAKAI</strong></p>
<p><strong> </strong><br />
Untuk membuat media siap pakai, kita harus menyiapkan antara lain mos dari tanaman pakis (alias spagnum), vermikulit, dan perlit. Ketiganya bisa dibeli di toko tanaman hias, khususnya yang menyediakan sarana hidroponik. Kalau sulit mendapatkannya, mos bisa diganti dengan tanah berserasah. Misalnya, tanah dari timbunan sampah organik yang sudah lama. Sedang vermikulit bisa ditukar dengan tanah kebun. Perlit pun bisa diganti dengan pasir.</p>
<p>Campurkan 2 bagian mos/serasah, 1 bagian vermikulit/tanah kebun, dan 1 bagian perlit/pasir. Aduk sampai tercampur benar. Agar cukup mengandung zat hara, campuran media ini mesti dipupuk. Bahan pupuk yang diperlukan adalah NPK (komposisinya bisa 2-10-5, 6-12-6, 10-10-10), TSP, dan kapur pertanian.(contohnya dolomit).</p>
<p>Ke dalam setiap 5 kaleng susu bubuk campuran media tadi bubuhkan 2 sendok teh rata NPK, 1 sendok teh rata TSP, dan 1 sendok teh rata kapur pertanian. Campuran ini lalu diaduk-aduk dan bisa langsung dimanfaatkan sebagai media tanam. Selain itu ia bisa pula digunakan untuk mengecambahkan spora suflir.</p>
<p><strong>MEDIA TRADISIONAL PERAM</strong><br />
Media peram yang dibuat dari campuran tanah dan serasah ini di kalangan pedagang dan pecinta suflir populer dengan sebutan gambut. Untuk meramunya diperlukan tanah kebun, humus serasah bambu (sampah daun-daun bambu yang telah lapuk), pupuk kandang matang, dan sekam padi. Lebih baik lagi kalau ditambahkan juga tanah bekas timbunan tanah organik.</p>
<p>Bila sulit diperoleh, humus serasah bambu bisa diganti dengan cacahan daun bambu kering. Kalau mau, pupuk kandang pun bisa ditukar dengan kompos dedaunan, seperti daun lamtoro, turi, atau kaliandra. Sebagai pengganti sekam padi, bisa dipakai pasir. Keuntungan penggunaan pasir, zat hara mineralnya lumayan tinggi. Cuma sayangnya, pot akan jadi berat.</p>
<p>Campurkan 3 bagian tanah kebun, 2 bagian humus serasah bambu, 2 bagian pupuk kandang, dan 1 bagian sekam padi. Kalau tanah bekas timbunan sampah organiknya ada, tambahkan sebanyak 2 bagian. Aduk rata. Masukkan ke lubang galian yang sudah disiapkan, kemudian siram asal basah. Tutup rapat dengan lembaran plastik hitam dan timbun dengan tanah.</p>
<p>Masih ada cara lain. Campuran disimpan dalam kerobongan kawat ayam berlapis plastik hitam yang sekelilingnya diperkuat dengan patok kayu. Jangan lupa, bagian atas mesti ditutup rapat dengan lembaran plastik hitam. Cara lain lagi yang jauh lebih praktis, campuran cukup digundukkan saja di permukaan tanah lalu ditutup rapat dengan lembaran plastik hitam.</p>
<p>Setelah terperam demikian selama 2-4 minggu, campuran dibongkar dan dibolak-balik. Taburkan pupuk urea, kira-kira 1 sendok makan penuh untuk setiap 1 ember (volume 20 liter) tanah campuran. Selanjutnya, peram lagi selama 1-2. Bongkar campuran media dan taburi dengan insektisida untuk memberantas hama dan fungisida guna mematikan bibit jamur yang ada dalam media. Masing-masing cukup 1 sendok makan rata untuk setiap 1 ember media.</p>
<p>Setelah diangin-anginkan sampai kering, tanah campuran ini baru bisa digunakan. Kalau hendak dipakai sebagai media pengecambahan spora suflir, tanah campuran sebaiknya diremas-remas dan diayak dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/meramu-media-tanam-suflir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Bromelia</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/mengenal-bromelia.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/mengenal-bromelia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 01:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[1. Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Bromelia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1225</guid>
		<description><![CDATA[tabloidrumah.com &#8211; Bentuk unik dan warna mencolok bunga yang berada di antara hijau helai-helai daunnya, adalah daya tarik utama bromelia. Warna daun dan bunganya cemerlang hampir di segala musim. Bunga bromelia bisa bertahan satu sampai tiga bulan. Rata-rata sebuah bromelia memiliki 40 helai daun yang bagian ujungnya melengkung. Pada beberapa spesies bagian daunnya terdapat gerigi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-medium wp-image-1226 alignleft" title="bromelia" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/03/bromelia-300x219.jpg" alt="bromelia" width="210" height="153" />tabloidrumah.com</strong> &#8211; Bentuk unik dan warna mencolok bunga yang berada di antara hijau helai-helai daunnya, adalah daya tarik utama <a href="http://www.tabloidrumah.com/search/Bromelia">bromelia</a>. Warna daun dan bunganya cemerlang hampir di segala musim. Bunga bromelia bisa bertahan satu sampai tiga bulan. Rata-rata sebuah bromelia memiliki 40 helai daun yang bagian ujungnya melengkung. Pada beberapa spesies bagian daunnya terdapat<span id="more-1225"></span> gerigi, sedangkan pada spesies lainnya lembut, tanpa gerigi.</p>
<p>Bromelia bisa ditanam tunggal di dalam pot, bisa pula disusun membentuk koloni. Pada umumnya, koloni bromelia diletakkan di tepi jalan setapak atau dijadikan point of interest di tengah-tengah taman. Tanaman ini umumnya dikembangkan dengan biji atau anakan.</p>
<p>Bromelia termasuk keluarga Bromeliaceae. Ia berasal dari Argentina dan Brasil. Warga Amerika Latin mengenal bromelia sebagai tanaman berkhasiat obat, yakni sebagai obat cacing. Tanaman yang masih satu keluarga dengan nanas ini kaya kalsium dan vitamin C. Daun bromelia juga bisa mengempukkan daging.</p>
<p>Nama bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell. Total jumlah spesiesnya di dunia mencapai belasan, tetapi di Indonesia, jenis bromelia yang populer kebanyakan berbunga oranye (Bromelia alta, B. flemingii, B. humilis, B. scarlatina, dan B. serra) atau merah (Bromelia alsodes, B. antiacan, B. goyazensis, dan B. hieronymii). Bromelia kuning (Bromelia chrysantha, B. goeldiana, dan B. palmeri), ungu (Bromelia horstii dan B. karatas), dan merah jambu ada, tetapi jumlahnya sedikit.</p>
<p>Bromelia tidak terlalu rewel, dalam arti tidak perlu disiram terlalu sering dan tahan ditanam di dataran rendah. Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medianya, jangan terpancang dengan rutinitas. Siramlah kalau medianya sudah terlihat kering. Ingat, bahwa kondisi media pasti berbeda antara cuaca panas, mendung, dan hujan. Selain itu, bromelia paling benci lingkungan yang kering. Di ketiak daunnya harus selalu ada genangan air.</p>
<p>Pemupukan bromelia juga tidak terlalu sulit. Jika Anda menggunakan pupuk slow release maka pemupukan cukup dilakukan tiga bulan sekali. Pupuk NPK juga bisa digunakan tapi pupuk jenis ini mudah sekali diserap. Jadi frekuensi pemupukan harus lebih sering.</p>
<p>Agar bromelia Anda segar dan dan rajin memamerkan warna-warni bunganya, sebaiknya jangan ditanam di tanah. Gunakan media sabut kelapa atau cacahan pakis. Selain itu, bromelia sebaiknya ditempatkan di tempat terbuka, namun tidak terkena sengatan matahari langsung. Agar hasilnya baik “kandang” Bromelia bisa dinaungi dengan penutup jala atau paranet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/mengenal-bromelia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apotek Hidup</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/apotek-hidup.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/apotek-hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita TOGA]]></category>
		<category><![CDATA[4. Tanaman Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Apotek Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Khasiat Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[tahugezrot.blogspot.com &#8211; Pengertian apotek hidup adalah memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Umum diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat buatan pabrik. Itulah sebabnya sebagian orang lebih senang mengkonsumsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><img class="size-medium wp-image-1220   alignleft" title="tanaman_obat" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/tanaman_obat-300x224.jpg" alt="tanaman_obat" width="210" height="157" />tahugezrot.blogspot.com</strong> &#8211; Pengertian apotek hidup adalah memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Umum diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki <span id="more-1219"></span>efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat buatan pabrik. Itulah sebabnya sebagian orang lebih senang mengkonsumsi obat-obat tradisional.</p>
<p style="text-align: left;">
Bayangkan, bila di dalam pekarangan Anda tersedia tanaman obat yang dapat digunakan apabila salah satu anggota keluarga sedang sakit. Tentu hal menyenangkan. Anda tinggal mengambilnya kapan saja, bahkan malam hari sekalipun. Tidak perlu mengeluarkan uang dan terjamin kesegarannya karena langsung dipetik dari tanamannya.</p>
<p>Tanaman obat tidak kalah cantiknya dengan tanaman hias. Anda dapat pula menanamnya diantara tanaman hias atau bunga-bunga yang ada. Selain itu tanaman obat umumnya lebih kuat menghadapi berbagai penyakit tanaman karena memiliki kandungan zat alami untuk mengatasinya, sehingga Anda tidak perlu memberikan pestisida.</p>
<p>Maka, agar dapat membuat apotek hidup yang indah dan bermanfaat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, Anda perlu untuk menyerasikannya dengan tanaman dan elemen lainnya dalam taman, sehingga tidak merusak penataan taman. Anda juga perlu mengetahui manfaat dari masing-masing tanaman obat dan berapa pemakaian yang sesuai.</p>
<p><strong>Tanaman Obat</strong><br />
Pada masa awal, pengobatan di rumah dengan tanaman obat ditemukan dengan mencoba dan belajar dari kesalahan (trial and error). Saat ini, ekstrak dari beberapa tanaman obat telah digunakan untuk pengobatan jaman modern dan bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius.</p>
<p>Anda juga dapat memperoleh manfaat langsung dari tanaman obat yang ditanam di kebun atau taman dalam rumah Anda. Berikut tanaman-tanaman obat yang dapat mengisi apotek hidup Anda:</p>
<p><strong>Lidah buaya</strong><br />
Tamanan ini sudah lama dikenal sebagai tanaman penyubur rambut. Manfaat lainnya adalah dapat meredakan batuk.</p>
<p><strong>Sirih</strong><br />
Dikenal karena memiliki kandungan antiseptik yang baik. Anda juga dapat menggunakannya untuk meredakan batuk.</p>
<p><strong>Lengkuas</strong><br />
Selain sebagai bumbu dapur, lengkuas dapat menyembuhkan panu pada kulit.</p>
<p><strong>Temulawak</strong><br />
Bermanfaat mengatasi penyakit kuning.</p>
<p><strong>Jinten</strong><br />
Bila ada anggota keluarga yang panas, gunakan daun jinten untuk menurunkan panas. Bermanfaat juga untuk melancarkan ASI bagi ibu yang sedang menyusui.</p>
<p><strong>Jahe</strong><br />
Dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk dan rematik karena menghasilkan rasa hangat.</p>
<p><strong>Bawang Merah</strong><br />
Bumbu dapur yang terkenal ini juga bermanfaat untuk mengobati masuk angin.</p>
<p><strong>Mahkota dewa</strong><br />
Tanaman yang telah terkenal sebagai tanaman obat. Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi.</p>
<p><strong>Kumis kucing</strong><br />
Dapat digunakan untuk meredakan sakit pinggang, kencing batu.</p>
<p><strong>Sambiloto</strong><br />
Rasanya yang pahit dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Anda dapat menggunakan daunnya untuk menyembuhkan penyakit tifus dan penurun panas.</p>
<p><strong>Mengkudu (pace)</strong><br />
Buah yang bermanfaat banyak untuk tubuh. Dengan mengkonsumsi buahnya dapat meredakan osteoporosis.</p>
<p><strong>Jeruk nipis</strong><br />
Buah yang asam dapat dimanfaatkan untuk meredakan batuk.</p>
<p><strong>Begonia</strong><br />
Merupakan tanaman hias, tetapi juga memiliki manfaat untuk mengatasi nyeri haid.</p>
<p><strong>Puring</strong><br />
Juga merupakan tanaman hias yang umum ditanam di taman karena daunnya yang berwarna-warni. Dapat dimanfaatkan daunnya yang berwarna kuning hijau untuk menghangatkan perut.</p>
<p><strong>Melati</strong><br />
Bunga indah yang keharumannya sering dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, ternyata termasuk tanaman obat. Khasiat daunnya dapat menyembuhkan sesak nafas dan sakit kepala. Bunganya dapat digunakan untuk mengatasi radang mata.</p>
<p><strong>Daun Salam</strong><br />
Air rebusan daun salam mampu mengatasi penyakit maag dan juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah dengan cepat sehingga bagus untuk penderita diabetes.</p>
<p><strong>Jambu Biji</strong><br />
Jambu biji juga memiliki khasiat. Daunnya dapat digunakan untuk mengatasi penyakit buang air atau diare. Fungsi daunnya mampu membuat keras feses sehingga mengurangi buang air besar. Jus buahnya juga baik untuk kesehatan karena mengandung banyak vitamin C serta baik untuk penderita demam seperti DBD.</p>
<p>Melihat banyaknya manfaat dari apotek hidup, tentu dapat menggerakkan Anda untuk memanfaatkan lahan yang ada di rumah. Taman dapat memberikan efek psikologis bagi orang yang sedang sakit sehingga lebih cepat sembuh. Merawat tanaman juga menjadi sarana Anda menggerakkan tubuh dan berolahraga. Hasilnya tubuh menjadi sehat dan cantik.</p>
<p>Bila rumah Anda tidak memiliki lahan luas jangan putus asa, gunakan pot sebagai media tanam. Dengan memiliki apotek hidup, rumah menjadi asri, cantik, sehat dan dapat menghemat pengeluaran untuk membeli obat atau bumbu dapur. Tanaman obat akan membuat sehat bagi Anda dan keluarga.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">pic from : vyranianisa.files.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/apotek-hidup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam dan Contoh Nama Pestisida</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/macam-dan-contoh-nama-pestisida.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/macam-dan-contoh-nama-pestisida.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[Insektisida]]></category>
		<category><![CDATA[Macam Pestisida]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1214</guid>
		<description><![CDATA[biotis.co.id &#8211; Pestisida dapat digolongkan menjadi bermacam-macam dengan berdasarkan fungsi dan asal katanya. Penggolongan tersebut disajikan sbb.:
* Akarisida, berasal dari kata akari yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. Akarisida sering juga disebut sebagai mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.
* Algisida, berasal dari kata alga yang dalam bahasa latinnya berarti ganggang laut. Berfungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong><img class="size-medium wp-image-1216 alignleft" title="memilih-pestisida" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/memilih-pestisida-226x300.jpg" alt="memilih-pestisida" width="158" height="210" />biotis.co.id</strong> &#8211; Pestisida dapat digolongkan menjadi bermacam-macam dengan berdasarkan fungsi dan asal katanya. Penggolongan tersebut disajikan sbb.:</p>
<p>* Akarisida, berasal dari kata akari yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. Akarisida sering juga disebut sebagai mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.<br />
* Algisida, berasal dari kata alga yang dalam bahasa latinnya berarti ganggang laut. Berfungsi untuk melawan alge.<span id="more-1214"></span><br />
* Avisida, berasal dari kata avis yang dalam bahasa latinnya berarti burung. Berfungsi sebagai pembunuh atau zat penolak burung serta pengontrol populasi burung.<br />
* Bakterisida, berasal dari kata latin bacterium atau kata Yunani bacron. Berfungsi untuk melawan bakteri.<br />
* Fungisida, berasal dari kata latin fungus atau kata Yunani spongos yang berarti jamur. Berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan.<br />
* Herbisida, berasal dari kata latin herba yang berarti tanaman setahun. Berfungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu).<br />
* Insektisida, berasal dari kata latin insectum yang berarti potongan, keratan atau segmen tubuh. Berfungsi untuk membunuh serangga.<br />
* Larvisida, berasal dari kata Yunani lar. Berfungsi untuk membunuh ulat atau larva.<br />
* Molluksisida, berasal dari kata Yunani molluscus yang berarti berselubung tipis lembek. Berfungsi untuk membunuh siput.<br />
* Nematisida, berasal dari kata latin nematoda atau bahasa Yunani nema yang berarti benang. Berfungsi untuk membunuh nematoda (semacam cacing yang hidup di akar).<br />
* Ovisida, berasal dari kata latin ovum yang berarti telur. Berfungsi untuk membunuh telur.<br />
* Pedukulisida, berasal dari kata latin pedis berarti kutu, tuma. Berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma.<br />
* Piscisida, berasal dari kata Yunani piscis yang berarti ikan. Berfungsi untuk membunuh ikan.<br />
* Rodentisida, berasal dari kata Yunani rodera yang berarti pengerat. Berfungsi untuk membunuh binatang pengerat, seperti tikus.<br />
* Predisida, berasal dari kata Yunani praeda yang berarti pemangsa. Berfungsi untuk membunuh pemangsa (predator).<br />
* Silvisida, berasal dari kata latin silva yang berarti hutan. Berfungsi untuk membunuh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/macam-dan-contoh-nama-pestisida.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jeruk Nipis Dan Khasiat Obat</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/jeruk-nipis-dan-khasiat-obat.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/jeruk-nipis-dan-khasiat-obat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Buah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita TOGA]]></category>
		<category><![CDATA[jeruk]]></category>
		<category><![CDATA[Jeruk Nipis]]></category>
		<category><![CDATA[Khasiat Obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[vyranianisa.wordpress.com &#8211; Biasanya, orang-orang pantang mengkonsumsi jeruk nipis pada pagi hari. Alasannya, takut sakit perut. Padahal rasa asamnya tersebut justru berkhasiat menetralkan lambung.
Walaupun ukurannya kecil, jeruk nipis memiliki semua kandungan nutrisi yang dimiliki jeruk seperti vitamin C, senyawa limonin, dan hesperidin. Memiliki efek ekspektoran (mengencerkan lendir), antiseptik, antioksidan, antitoksik (mengeluarkan racun), diuretik (peluruh kencing), astringen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-1209 alignleft" title="jeruk-nipis" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/jeruk-nipis.jpg" alt="jeruk-nipis" width="188" height="209" />vyranianisa.wordpress.com</strong> &#8211; Biasanya, orang-orang pantang mengkonsumsi jeruk nipis pada pagi hari. Alasannya, takut sakit perut. Padahal rasa asamnya tersebut justru berkhasiat menetralkan lambung.</p>
<p>Walaupun ukurannya kecil, jeruk nipis memiliki semua kandungan nutrisi yang dimiliki jeruk seperti vitamin C, senyawa limonin, dan hesperidin. Memiliki efek ekspektoran (mengencerkan lendir), antiseptik, antioksidan, antitoksik (mengeluarkan racun), diuretik (peluruh kencing), astringen (menciutkan) <span id="more-1208"></span>dan antiradang. Tapi melebihi jeruk manis, kandungan minyak atsiri jeruk nipis (limonin) jauh lebih tinggi.</p>
<p>Di dapur, reputasi jeruk nipis mendekati garam. Tapi gengsinya di dunia pengobatan lebih menarik. Tidak saja di Tanah Air yang merupakan daerah asalnya, tapi juga di Tiongkok, Arab, dan Amerika. Karena itulah sampai kini khasiat jeruk nipis terus diteliti.</p>
<p>Berikut adalah Ramuan jeruk nipis yang berkhasiat obat :</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Radang amandel</span></strong><br />
Bahan:5 buah jeruk nipis, kulitnya saja4 gelas air<br />
Cara membuat:Kulit jeruk diiris halus lalu rebus sampai airnya hanya tersisa 1 1/2 gelas. Dinginkan kemudian saring. Gunakan 1/2 gelas untuk berkumur dan sisanya untuk diminum pagi dan sore hari.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Batuk</span></strong><br />
Bahan:1 buah jeruk nipiskapur sirih secukupnya<br />
Cara membuat:Jeruk nipis dibelah, lalu olesi dengan kapur sirih sampai rata. Panaskan jeruk nipis di atas api kecil sampai kulitnya berwarna kehitaman. Hangat-hangat peras jeruk nipis, minum.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Meningkatkan daya tahan tubuh</span></strong><br />
Bahan:1/2 buah jeruk nipis, iris menjadi 4 bagian2 gelas (500 cc) air1 sdm madu<br />
Cara membuatnya:Rebus jeruk nipis sampai airya tersisa separuhnya. Bubuhi madu, lalu minum setelah hangat.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Otot tegang</span></strong><br />
Bahan:1 sdm air jeruk nipis1/2 sdt air<br />
Cara menggunakannya:Campurkan kedua bahan lalu oleskan pada otot yang pegal.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Obat luka</span></strong><br />
Bahan:air jeruk nipis<br />
Cara menggunakannya:Oleskan air jeruk nipis pada luka tergores.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Demam</span></strong><br />
Bahan:1 sdm air jeruk nipis1 lembar daun sirihair hangat secukupnya<br />
Cara menggunakannya:Remas daun sirih dengan air hangat dan air jeruk nipis. Gunakan sebagai kompres.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tapal sesudah melahirkan</span></strong><br />
Bahan:2 sdm air jeruk nipis2 sdm kapur sirih1 sdt minyak kayu putih<br />
Cara menggunakannya:Campurkan semua bahan sehingga menyerupai krim. Oleskan pada perut. Lakukan setiap pagi dan sore selama 40 hari.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Jeruk Nipis &amp; Varises</span></strong><br />
Ambilah sebuah jeruk nipis, belah menjadi dua bagian. Lalu gosokkan sambil ditekan-tekan pada bagian yang urat-uratnya menonjol karena varises. Lakukan perawatan ini setiap malam sebelum tidur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/jeruk-nipis-dan-khasiat-obat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa dan Kapan Tanaman Perlu Dipangkas</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/mengapa-dan-kapan-tanaman-perlu-dipangkas.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/mengapa-dan-kapan-tanaman-perlu-dipangkas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 07:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[1. Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Pemangkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Prunning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[tabloidrumah.com &#8211; Pemangkasan mutlak dilakukan agar tampilan dan tajuk tanaman selalu bagus dan taman tampak rapi.
Umumnya pertanyaan akan judul artikel ini bisa langsung dijawab dengan tepat dan cepat, yakni: supaya tampilan/tajuk tanaman selalu bagus dan taman tampak rapi. Bukankah manusia secara teratur juga harus memotong rambut dan kuku? Seandainya tidak, apa jadinya? Pendapat ini benar, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-1198 alignleft" title="123911p" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/123911p.jpg" alt="123911p" width="238" height="180" />tabloidrumah.com</strong> &#8211; Pemangkasan mutlak dilakukan agar tampilan dan tajuk tanaman selalu bagus dan taman tampak rapi.</p>
<p>Umumnya pertanyaan akan judul artikel ini bisa langsung dijawab dengan tepat dan cepat, yakni: supaya tampilan/tajuk tanaman selalu bagus dan taman tampak rapi. Bukankah manusia secara teratur juga harus memotong rambut dan kuku? Seandainya tidak, <span id="more-1197"></span>apa jadinya? Pendapat ini benar, namun beberapa faktor di bawah ini perlu juga diketahui agar dapat “tega” memangkas tanaman-tanaman yang amat disayangi.</p>
<p>Selama tanaman masih hidup, tanaman akan terus tumbuh mencapai batas ukuran yang ditakdirkan oleh alam. Tanaman bunga sepatu yang bukan dari hasil silang misalnya, bila dibiarkan bisa mencapai ketinggian 2,5 &#8211; 3 m. Setelah itu batang utamanya akan tumbuh membesar, dahan dan rantingnya pun makin banyak. Padahal ketika menanamnya, hal ini mungkin tak sempat terbayangkan.</p>
<p><strong>Apa Manfaat Pemangkasan?</strong></p>
<p>Selain memperindah dan menyeimbangkan bentuk tanaman, pada dasarnya pemangkasan merupakan upaya perawatan yang mengacu pada manfaat atau tujuan tertentu, sebagai berikut.</p>
<p>- Mengatur dan mengarahkan pertumbuhan</p>
<p>Pemangkasan sengaja dilakukan bila kita ingin mempertahankan bentuk alami dari tanaman yang bersangkutan. Bisa saja terjadi bahwa sebagian tanaman mungkin kurang menerima curah matahari, karena terhalang oleh dinding, misalnya. Dengan demikian bagian tanaman yang memperoleh curah sinar matahari cukup akan tumbuh lebih cepat, dan bentuk asli tajuk tanaman mulai tak beraturan. Di saat seperti inilah tanaman perlu dipangkas supaya tampilan bentuknya tetap seperti yang diharapkan.</p>
<p>Bisa juga pemangkasan dilakukan karena kita menghendaki bentuk tanaman yang justru berbeda dari bentuk alaminya. Perlakuan ini populer dengan istilah <em>topiary. Topiary </em>adalah seni memangkas tanaman yang lahir di Eropa pada abad XIV. Tanaman <em>topiary </em>biasanya baru dibentuk setelah tumbuh mencapai ketinggian tertentu. Bila masih berusia muda, selain batang utama belum meninggi, ranting dan daun-daunnya pun belum cukup lebat untuk dibentuk.</p>
<p>Pemangkasan juga bisa dilakukan karena kita menghendaki ketinggian tertentu. Misalnya kita ingin agar mangga yang ditanam tidak terlalu tinggi. Karenanya, dari mulai ditanam, dahan dan ranting yang muncul dari batang utama tanaman mangga, selalu dipangkas habis. Melalui cara ini akan diperoleh ketinggian tanaman seperti yang diharapkan</p>
<p>- Merangsang pertumbuhan bunga dan buah</p>
<p>Secara alami tanaman memiliki sifat mampu bertahan hidup (<em>survival</em>)ketika dahan atau rantingnya dengan sengaja disakiti (dipotong/dipangkas). Hal ini dapat dilihat pada tanaman seperti pandan bali, kamboja, kaca piring, dan kemuning. Setelah dipotong/dipangkas, dalam waktu yang tidak terlampau lama, di lokasi potong tersebut akan menyeruak lebih dari satu tunas dahan yang baru, yang tentunya kelak memberikan cabang (ranting) serta bunga-bunga yang lebih banyak dan selanjutnya juga buah yang lebih banyak. Dari sinilah mungkin terbentuk pepatah<em>: hilang satu, tumbuh seribu</em>.</p>
<p>-Menyelamatkan tanaman</p>
<p>Tanpa diharapkan, kadangkala tanaman yang kita sayangi justru menjadi sumber penyebaran penyakit untuk tanaman lain. Gangguan hama seperti kutu, ulat, bekicot, semut, dan belalang yang gemar menyerbu dan melahap daun, batang, bunga, bahkan akar tanaman, bisa ditanggulangi dengan pestisida. Tetapi bila tanaman diserang penyakit akibat jamur, bakteri atau virus yang menular, tak usah ragu untuk memotong/memangkas bagian yang terkena penyakit yang dikhawatirkan akan menular pada tanaman lain. Bila perlu pangkas habis pada pangkal cabang, sisakan batang utamanya.</p>
<p>-Menyuburkan dan menyehatkan</p>
<p>Dahan dan ranting yang rusak atau kering memang sebaiknya dipangkas habis. Tetapi ada kalanya perlu lebih berani memangkas, menjarangkan bagian-bagian tanaman yang masih sehat, agar udara, sinar matahari, air siraman, atau air hujan menembus ke semua bagian dalam tajuk secara menyeluruh. Upaya pemangkasan ini sangat membantu pertumbuhan tanaman supaya sehat dan subur. Umumnya gangguan hama atau penyakit menyerang ruang tajuk yang kondisinya kotor (karena debu), lembab, dan gelap (karena padat). Spora jamur terutama, mudah menyerang dahan dan ranting yang lembab dan berlumut. Di samping menyelamatkan tanaman, pemangkasan tersebut membuat tanaman-tanaman di bawahnya tetap memperoleh sinar matahari cukup.</p>
<p>-Memperpanjang usia sekaligus meremajakan</p>
<p>Tanaman yang dibiarkan tumbuh alami apa adanya, pada suatu saat bisa mengalami <em>malnutrisi.</em> Proses distribusi zat hara dari dalam tanah menuju seluruh bagian tanaman akan melambat, karena jangkauannya makin jauh dari permukaan tanah. Penguapan air daun juga semakin tinggi, terutama bila tidak disertai penyiraman yang memadai. Melalui pemangkasan, kerimbunan daun akan berkurang. Demikian pula air daun tidak menguap dengan cepat. Jadi tindakan pemangkasan merupakan upaya peremajaan sekaligus memperpanjang usia tanaman, terutama pada tanaman perdu tinggi.</p>
<p><strong>Tanaman Rambat</strong></p>
<p>Seperti halnya tanaman lain, tanaman rambat perlu dipangkas terutama jenis thunbergia, alamanda, bugenvil, dan stepanot ungu. Lakukan pemangkasan setelah masa berbunga selesai supaya cabang-cabang baru muncul lebih banyak lagi. Dengan demikian muncul pula pucuk-pucuk bunga baru.</p>
<p>Selain itu, tanaman rambat harus lebih sering dipangkas terutama bila batangnya mengandung zat kayu. Ranting-ranting yang kering biasanya lebih banyak terdapat di bagian dalam pergola. Ranting-ranting kering ini akan mengganggu kesuburan tanaman atau merobohkan pergola.</p>
<p><strong>Ada Tanaman yang Tidak Perlu Dipangkas</strong></p>
<p>Tidak semua tanaman memerlukan pemangkasan. Jenis tanaman yang tumbuh merumpun seperti keluarga heliconia, kana, bromelia, jahe-jahean, atau lili paris misalnya, tidak tumbuh meninggi. Setelah dewasa jenis tanaman ini justru merumpun dan memiliki tunas-tunas baru (beranak). Lebih baik tanaman induk disingkirkan (dipecah), karena tanaman induk sudah tidak akan berbunga lagi (tidak produktif). Pemecahan tanaman bertujuan memberi kesempatan pada masing-masing anak tanaman untuk tumbuh sendiri, produktif dan menghasilkan anak-anak tanaman yang baru, demikian seterusnya.</p>
<p>Tanaman keluarga palma, juga tidak memerlukan pemangkasan sama sekali. Kadangkala yang diperlukan hanyalah memotong beberapa daun di bagian pohon bawah agar sosoknya lebih menarik. Karena secara alami, daun-daun palma yang tua akan mengering dan lepas dengan sendirinya (atau sengaja dilepaskan), sisa pangkal pelepahnya yang mengering justru tampil eksotis.</p>
<p>Sedangkan untuk tanaman bambu, pada awalnya memang dibutuhkan pemangkasan dengan membuang ranting-ranting di bagian bawah batang utama untuk mengekspos keindahan batang utama di kemudian hari. Namun bila ranting dan daunnya terlalu lebat sehingga bambu tumbuh melengkung ke bawah (karena berat), lakukan pemangkasan seperlunya. (Oleh Cherry H. dan Don WS. &#8211; Penulis buku taman dan interior/www.tabloidrumah.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/mengapa-dan-kapan-tanaman-perlu-dipangkas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peraturan Pemerintah Tentang Pestisida</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/peraturan-pemerintah-tentang-pestisida.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/peraturan-pemerintah-tentang-pestisida.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 01:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[Insektisida]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1191</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa:
* tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya
* hanya pestisida [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-1192 alignleft" title="Pestisida" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/Pestisida-300x273.png" alt="Pestisida" width="240" height="218" />Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa:</p>
<p>* tiap pestisida harus didaftarkan kepada Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida<span id="more-1191"></span> untuk dimintakan izin penggunaannya<br />
* hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan<br />
* pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan, diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin <a href="http://dinkesjatengprov.go.id/search/pestisida">pestisida</a> itu<br />
* tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keterangan-keterangan yang dimaksud dalam surat Keputusan <!--more-->Menteri Pertanian No. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing pestisida.</p>
<p>Dalam peraturan pemerintah tersebut yang disebut sebagai pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:</p>
<p>* memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian<br />
* memberantas gulma<br />
* mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan<br />
* mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman, kecuali yang tergolong pupuk<br />
* memberantas atau mencegah hama luar pada ternak dan hewan piaraan<br />
* memberantas atau mencegah hama air<br />
* memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga<br />
* memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi, dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.</p>
<p>Sesuai dengan definisi tersebut di atas maka suatu bahan akan termasuk dalam pengertian pestisida apabila bahan tersebut dibuat, diedarkan atau disimpan untuk maksud penggunaan seperti tersebut di atas.</p>
<p>Sedangkan menurut The United States Federal Environmental Pesticide Control Act, pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus untuk memberantas atau mencegah gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda, cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteria atau jasad renik yang terdapat pada manusia dan binatang lainnya. Atau semua zat atau campuran zat yang digunakan sebagai pengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman.</p>
<p>pic from : e-dukasi.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/peraturan-pemerintah-tentang-pestisida.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Pestisida ?</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/apa-itu-pestisida.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/apa-itu-pestisida.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[Insektisida]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[biotis.co.id &#8211; Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-1188 alignleft" title="Pestisida" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/Pestisida-300x218.jpg" alt="Pestisida" width="240" height="174" />biotis.co.id &#8211; <a href="http://scribd.com/search/pestisida">Pestisida</a> adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), <span id="more-1187"></span>siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.</p>
<p>Bagi kehidupan rumah tangga, yang dimaksud hama adalah meliputi semua hewan yang mengganggu kesejahteraan hidupnya, seperti lalat, nyamuk, kecoak, ngengat, kumbang, siput, kutu, tungau, ulat, rayap, <!--more-->ganggang serta kehidupan lainnya yang terbukti mengganggu kesejahteraannya.<br />
<a href="http://dinkesjatengprov.go.id/search/pestisida">Pestisida</a> juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman.<br />
Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali.</p>
<p>Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman, khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis.</p>
<p>Dalam  pengendalian hama tanaman secara terpadu, pestisida adalah sebagai alternatif terakhir.  Dan belajar dari pengalaman, Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya.  Menyikapi hal ini, yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar.  Aman terhadap diri dan lingkungannya, benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat takaran).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/apa-itu-pestisida.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menanam Kaktus</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/cara-menanam-kaktus.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/cara-menanam-kaktus.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[1. Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[kaktus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[tanaman.org &#8211; Langkah pertama untuk menanam kaktus adalah membeli bibit kaktus yang sehat. Kaktus yang sehat adalah yang duri-durinya sempurna (tidak ada yang patah), batangnya tidak memar, dan arah tumbuhnya tegak lurus (tidak miring-miring dan seimbang). Anda bisa membeli tanaman hias kaktus di toko-toko tanaman hias atau nurseri-nurseri terdekat. Belilah bibit yang berusia minimal 3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1184 alignleft" title="thumb_mini-cactus1_jpgkaktus_potral" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_mini-cactus1_jpgkaktus_potral.jpg" alt="thumb_mini-cactus1_jpgkaktus_potral" width="190" height="144" />tanaman.org &#8211; Langkah pertama untuk menanam <a href="http://kaktus.dk/search/kaktus">kaktus</a> adalah membeli bibit kaktus yang sehat. Kaktus yang sehat adalah yang duri-durinya sempurna (tidak ada yang patah), batangnya tidak memar, dan arah tumbuhnya tegak lurus (tidak miring-miring dan seimbang). Anda bisa membeli tanaman hias kaktus di toko-toko tanaman hias atau nurseri-nurseri terdekat. Belilah bibit yang berusia <span id="more-1183"></span>minimal 3 bulan.</p>
<p>Setelah Anda mendapatkan calon kaktus terbaik, tanamlah ia dalam media tanah sekam atau tanah berpasir. Jika Anda membeli jenis kaktus berbatang tinggi seperti Cerevius, maka ukuran pot tempat menanamnya sebaiknya setinggi ½ tanaman Anda. Jika Anda membeli kaktus berbatang bulat seperti Echinocactus atau kaktus berbatang tipis seperti Opuntia, maka usahakan agar pot tempat menanamnya berdiameter 5-10 cm lebih besar dari ukuran kaktus Anda.</p>
<p>Sebelum menanam, pastikan bahwa baik pot mau pun tanah yang Anda sediakan berada dalam keadaan kering. Kemudian, semprotkan pot dengan disinfektan untuk mengusir biang penyakit yang mungkin timbul. Lakukan penanaman dengan cara biasa, pastikan tanahnya mampat dan akar sudah benar-benar terbenam dengan baik.</p>
<p>INGAT: tunggu satu minggu sebelum melakukan penyiraman pertama. Hal tersebut dilakukan karena umumnya jenis-jenis kaktus memiliki masa dormansi di mana ia tidak membutuhkan air. Pemberian air segera setelah penanaman hanya akan meyebabkan pembusukan akar kaktus. Selain itu, lakukanlah penggantian pot atau tanah secara berkala setiap 1 tahun sekali.</p>
<p>Umumnya, terdapat dua tipe tanaman kaktus yaitu kaktus yang menyukai matahari atau sebaliknya, kaktus yang menyukai tempat gelap. Jangan lupa tanyakan termasuk tipe yang mana kaktus Anda saat membeli di nurseri tanaman hias. Kedua tipe tersebut tidak butuh suhu yang aneh-aneh kok. Iklim negara kita ini cocok bagi pertumbuhan kaktus. Anda cukup mengingat hal ini: Saat kemarau tidak apa dibiarkan lama-lama di luar rumah, saat sering hujan pindahkan agar tidak kehujanan. Kasus kematian kaktus yang sering terjadi disebabkan karena pembusukan oleh guyuran hujan.</p>
<p>Pokoknya, temperatur yang terlalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan kaktus berdormansi. Jika sedang berdormansi, ia akan berhenti tumbuh untuk sementara waktu. Anda tentu tidak ingin kaktus Anda kerdil, bukan? Maka cermat-cermatlah mengamati musim ketika menumbuhkan kaktus di rumah.</p>
<p>Pada minggu-minggu pertama setelah penanaman, jangan langsung menjemur kaktus di bawah matahari. Setelah ditanam, letakkan di bawah tempat yang teduh, atau tertutup bayangan. Baru kemudian, secara berkala Anda pindahkan ke tempat yang lebih terang. Jika saat baru ditanam langsung Anda jemur, maka kaktus Anda bisa hangus. Jika Anda menanam bibit kaktus di dalam rumah, maka pastikan sirkulasi udara dalam rumah selalu baik untuk mendukung pertumbuhan kaktus. Tidak sulit bukan menanam kaktus ?</p>
<p>pic from : cvecaran-even.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/cara-menanam-kaktus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angsana Bikin Jamur Lewat</title>
		<link>http://www.emirgarden.com/angsana-bikin-jamur-lewat.html</link>
		<comments>http://www.emirgarden.com/angsana-bikin-jamur-lewat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khasiat]]></category>
		<category><![CDATA[1. Tanaman Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Angsana]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat obat pada tanaman hias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.emirgarden.com/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[rawabelong.com &#8211; Pada bulan-bulan seperti sekarang, Februari sampai Mei, pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar.
Namun, bagi penduduk suku Dayak, Kutai, dan Pasir di pedalaman Kalimantan, pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. Pohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="size-medium wp-image-1181 alignleft" title="Angsana2" src="http://emirgarden.com/wp-content/uploads/2010/02/Angsana2-248x300.jpg" alt="Angsana2" width="198" height="240" />rawabelong.com &#8211; </em>Pada bulan-bulan seperti sekarang, Februari sampai Mei, pohon <a href="http://greenculturesg.com/search/angsana">angsana</a> pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar.</p>
<p>Namun, bagi penduduk suku Dayak, Kutai, dan Pasir di pedalaman Kalimantan, pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur.</p>
<p><span id="more-1180"></span></p>
<p>Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma, peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.</p>
<p>Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani, studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal. &#8220;Setiap kali masuk hutan, bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan,&#8221; kata Irawan. &#8220;Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan.&#8221;</p>
<p>Awalnya, staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. Namun, lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot, Kalimantan Timur, itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. &#8220;Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tak hanya membasmi jamur penyebab panu, kurap, atau kutu air, bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas, dari industri medis dan berbagai produk cat dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur.</p>
<p>Namun, bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal. &#8220;Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga, juga peluang resistensi yang kecil,&#8221; kata Irawan. &#8220;Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan.&#8221;</p>
<p>Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole, dua agen antijamur yang ada di pasaran. &#8220;Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan,&#8221; kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu.</p>
<p>Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp, dua jenis jamur patogen pada tumbuhan, serta Aspergillus dan Penicillium sp, jamur kontaminan makanan. &#8220;Kalau dari segi efektivitas, mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole, tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sampai saat ini, Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi, seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan, dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk. Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan.</p>
<p>Beberapa tumbuhan yang telah ditapis, antara lain, belangiran (Shorea belangeran), laban (Vitex pubescens), Dialium sp, Aporusa elmeri, eboni (Diospyros ebena), merbau (Intsia palembanica), dan rengas (Gluta renghas. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat, yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak, Kutai, dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu. Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat, Kutai Kertanegara, dan Kabupaten Pasir.</p>
<p>Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University, Jepang, itu berharap riset tentang isolasi, identifikasi, dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah. &#8220;Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional,&#8221; ujarnya. &#8220;Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar negeri.&#8221;</p>
<p><sup>(dikutip dari ; tempo interaktif) </sup></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.emirgarden.com/angsana-bikin-jamur-lewat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
