Media Tanam untuk Puring

Media Tanam untuk Puring

Tanaman puring atau aglaonema adalah tanaman hias populer yang berasal dari daerah tropis Asia Tenggara. Tanaman ini memiliki daun yang indah dan beragam warna, dari hijau tua hingga merah maron. Tanaman puring umumnya mudah ditanam dan dirawat, dan dapat tumbuh dengan baik di berbagai jenis media tanam.

Media Tanam untuk Puring

Puring umumnya akan lebih maksimal apabila ditanam langsung di tanah. Apabila ditanam di dalam pot, sebaiknya menggunakan pot dengan diameter yang besar. Karena sifatnya yang menyukai sinar matahari langsung, maka media tanam yang dipakai juga harus disesuaikan.

Media tanam yang banyak dipakai untuk menanam puring dalam pot, umumnya banyak mengandung tanah merah sebagai komponennya. Komponen lain yang juga banyak digunakan adalah sekam bakar, sekam mentah, pupuk kandang dan pasir malang.

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa dalam meramu media tanam puring, jarang sekali menggunakan komponen cacahan pakis. Kalaupun ada, penggunaan cacahan pakis sangat kecil persentasenya.

Berikut ini beberapa jenis media tanam yang dapat digunakan untuk menanam tanaman puring:

  1. Tanah Tanah adalah media tanam yang paling umum digunakan untuk menanam tanaman puring. Tanah yang ideal untuk menanam tanaman puring adalah tanah yang subur, gembur, dan mengandung banyak bahan organik. Anda dapat mencampurkan tanah taman dengan pupuk organik atau humus untuk membuat media tanam yang lebih baik.
  2. Campuran Tanah dan Pasir Campuran tanah dan pasir juga dapat digunakan sebagai media tanam untuk tanaman puring. Campuran ini memungkinkan tanah untuk lebih gembur dan dapat mengalirkan air dengan lebih baik, sehingga mencegah akar tanaman puring dari keracunan air.
  3. Cocopeat Cocopeat adalah serbuk serat kelapa yang sudah diproses. Cocopeat memiliki sifat yang mirip dengan tanah, namun lebih ringan dan dapat mengalirkan air dengan lebih baik. Cocopeat juga mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tanaman puring.
  4. Vermikulit dan Perlit Vermikulit dan perlit adalah bahan alami yang digunakan sebagai media tanam. Keduanya memiliki sifat yang mirip dengan cocopeat, yaitu dapat mengalirkan air dengan baik dan ringan. Keduanya juga membantu mencegah keracunan air dan memperbaiki drainase tanah.
  5. Hidrogel Hidrogel adalah bahan buatan yang dapat menyerap air dan melepaskannya secara perlahan ke tanaman. Hidrogel dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada media tanam lain untuk meningkatkan kemampuan media tanam dalam menahan air.

Beberapa contoh komposisi media tanam yang sering digunakan untuk menanam Puring:

  1. Tanah merah : Sekam bakar : Pupuk kandang 2 : 1 : 1
  2. Tanah merah : Sekam bakar : Pasir malang : 2 : 1 : 1
  3. Tanah merah : Sekam mentah : Pupuk kandang 2 : 1 : 1
  4. Sekam bakar : Sekam mentah : Pupuk kandang 1 : 1 : 1

Namun, sebelum menanam tanaman puring, pastikan bahwa media tanam yang digunakan steril dan tidak terkontaminasi oleh patogen atau penyakit. Selain itu, pastikan juga bahwa media tanam memiliki drainase yang baik dan dapat mengalirkan air dengan baik untuk mencegah keracunan air.

Media tanam puring secara umum lebih mudah diramu, mengingat puring sendiri merupakan tanaman hias yang relative lebih mudah tumbuh dan dirawat dibandingkan tanaman hias lain. Demikian artikel tentang media tanam untuk tanaman puring. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin menanam tanaman puring di rumah.

 

Media Tanam untuk Puring

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *