Cara Merawat Tanaman Hias Keladi

merawat tanaman keladi

Tanaman keladi (Caladium) adalah tanaman hias yang terkenal karena daunnya yang indah dan berwarna-warni. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan serta biasanya tumbuh di daerah tropis. Keladi sering ditanam karena keindahan daunnya yang besar, berbentuk hati, dengan warna-warna yang mencolok seperti putih, merah muda, hijau, atau kombinasi beragam corak.

Tanaman hias keladi umumnya ditanam di kebun sebagai tanaman hias untuk mempercantik taman atau ditempatkan dalam pot sebagai tanaman indoor. Mereka memerlukan lingkungan yang lembap, sedikit naungan, dan tanah yang lembab namun baik drainasenya. Meskipun memiliki keindahan yang menarik, perlu diingat bahwa seluruh tanaman keladi mengandung senyawa beracun yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan masalah pencernaan jika tertelan. Sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Ingin memiliki tanaman hias keladi yang memesona ini? Anda perlu perhatikan cara merawat tanaman keladi yang benar. Penanganan yang salah bisa membuat tanaman ini menjadi layu bahkan mati.

Cara Merawat Tanaman Hias Keladi

Inilah cara merawat tanaman hias keladi yang perlu Anda ketahui:

Tanaman keladi ini hidup di cuaca tropis. Oleh karena itu, tanaman keladi harus diletakkan ditempat yang sejuk dan tidak terpapar langsung oleh sinar matahari sebab akan membuat tanaman menjadi kering. Anda bisa mengatasinya dengan paparan sinar matahari yang tidak langsung. Sebab sinar matahari bisa mempercantik warna daun keladi.

Memilih media tanam yang tepat akan membantu proses pertumbuhan keladi. Caranya Tanam di tanah yang lembab dan kaya nutrisi. Bisa dicampurkan dengan pupuk kompos maupun pupuk organic agar subur.

Pastikan tanaman mendapatkan cukup banyak air untuk kelembaban tanah. Jangan biarkan tanaman kering. Jika tanaman mulai terlihat akan mati, jangan lakukan penyiraman. Anda bisa menunggu sampai daun kembali muncul. Proses ini memang akan cukup lama, tetapi keladi yang sudah mati, masih bisa hidup kembali jika diletakkan dalam pot dengan penyiraman yang benar.

Setelah itu, berikan pupuk tanaman bisa menggunakan pupuk cair atau pupuk khusus tanaman indoor. Jangan memberikan terlalu banyak pupuk karena bisa membakar daun tanaman.

Tanaman keladi lebih baik berada di lingkungan yang hangat sekitar 21-29 derajat celcius.

Keladi merupakan tanaman berumbi. Anda bisa memperbanyak tanaman ini, jika umbi keladi sudah bertumbuh minimal enam bulan. Pisahkan umbi keladi di pot lain dan tanam bagian yang mengandung daun.

Saat daun keladi sudah mulai penuh di dalam pot, sebaiknya Anda pindahkan daun tersebut ke pot kosong lain. Sebab, daun keladi membutuhkan ruang untuk pertumbuhan dan nutrisi. Apabila pot terlalu penuh daun akan membuat tanaman menjadi sulit bertumbuh.

Sebaiknya tanaman keladi diletakkan tanpa langsung terpapar sinar matahari dan tetap menjaga kelembaban tanah agar tetap tumbuh subur

Penyakit yang Sering Terjadi Di Tanaman Keladi

Dibalik eksotisnya, tanaman keladi pun tak luput dari berbagai penyakit yang harus diwaspadai. Meskipun tahan dengan beberapa kondisi, namun ada hal-hal yang harus diperhatikan. Cara merawat yang tidak tepat bisa menjadi penyebabnya. Berikut penyakit yang sering muncul di tanaman keladi:

1. Hama Tanaman

Hama tanaman yang sering membuat kerusakan adalah ulat dan kutu. Mereka sering menggigit daun dan getah selnya. Anda dapat melihat jika ada daun-daun yang rusak. Anda bisa mengambil secara langsung hama tersebut atau menggunakan pengontrol hama tanaman.

2. Penyakit Menyerang Umbi Keladi

Penyakit keladi biasa terjadi di bagian umbinya yang disebabkan oleh jamur patogen seperti rhizoctonia dan Pythium. Sebab keladi tumbuh dari umbi. Cara mencegahnya terjadinya jamur, rendamlah umbi keladi di dalam air panas yang dipanaskan 50 derajat celcius. Biarkan selama 30 menit untuk proses mematikan jamur tersebut, setelah itu keringkan umbi.

3. Bakteri Daun

Selain jamur, daun keladi juga rentan terhadap bakteri daun yang disebabkan oleh bakteri patogen (xanthomonas). Untuk menghindari bakteri ini, tanaman harus diletakkan dalam wadah atau pot yang cukup sirkulasi udara dan jaga daun agar tetap mongering. Nutrisi yang tidak seimbang bisa menyebabkan bercak daun. Jika pH lebih dari 7 maka bisa menimbulkan bercak coklat pada daun.

4. Pertumbuhan Terhambat

Pertumbuhan pada tanaman ini bisa terhambat apabila umbi keladi mengalami luka saat berada di pot. Jika Anda menggunakan lampu bohlam, perhatikan temperature cahaya berada di 15-32 derajat celcius. Tidak boleh terlalu dingin dan terlalu panas.

Catatan 

Satu hal penting yang perlu Anda ketahui, tanaman keladi menyimpan racun di dalam daunnya. Jika sampai terkena racunnya akan mengalami pembengkakan di dinding saluran pernapasan dan menutup keluar masuk udara. Ini akan membuat kesulitan bernapas. Oleh karena itu, jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan biarkan mereka menggosokan daun ke badan atau sampai termakan.

Tidak sulit kan untuk merawat tanaman keladi? Selain itu, merawat tanaman hias bisa membuat suasana rumah menjadi nyaman dan hijau.

 

Cara Merawat Tanaman Hias Keladi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *